Kemaliq Ranget Prasasti Budaya Sasak

 Kemaliq Ranget merupakan salah satu  prasastinya orang Sasak dan peninggalan leluhur atau nenek moyang masyarakat Lombok, khususnya Kemaliq Ranget ini yang berada di Dusun Ranget, Desa Sesaot, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Kemaliq dipercaya sebagai tempat bertafakur namun ada sebagian orang yang menganggap kemaliq itu tempat ritual yang syirik bahkan bid’ah.

Secara umum Kemaliq berasal dari kata “ Maliq “ yang artinya keramat atau suci, Kemaliq juga dikatakan sebagai tempat yang sakral karena memang sudah disakralkan oleh para leluhur sekitar tahun 1800 sekian dengan nama “ balok alisah atau balok dedeq “. Terkadang ada penduduk sekitar yang mana ketika pergi bekerja seharian dan pulang, mereka akan pergi ke Kemaliq karena mereka merasa Maliq itu tempat yang nyaman selain dari tempat untuk beribadah dan mengingat tuhan.

Bentuk dari Kemaliq sendiri tidak berbentuk, namun tempatnya itu terdapat mata air dan biasanya Kemaliq ini ditandai dengan batu, dan batu itu tidak di sembah melainkan sebagai tanda, yang mana kita ketahui bahwa tanda sangat identik dengan tradisi atau budaya, dan budaya Kemaliq ini tidak mungkin hilang begitu saja dan sekarang mulai dipertanyakan mengapa tradisi ini dikemas padahal tradisi ini dari nenek moyang kita bahkan ada hukum adat atau hukum lokal yang seharusnya dipegang erat, tetapi lokal disini tidak kuat dikarenakan banyaknya generasi yang pergi belajar keluar daerah dan kurangnya generasi yang meneruskan untuk melestarikan tradisi Kemaliq ini.

Melihat kondisi yang terjadi saat ini, bapak Septori Wirawan ini berpendapat bahwa para leluhur kita membuat tradisi tidak mungkin tidak ada tujuan atau manfaatnya, sedangakan para leluhur kita tidak pernah berhenti mengingat pada Allah dan selalu berdzikir. Yang perlu diketahui bahwa Agama itu dibudayakan dan didalam budaya membahas tentang agama  dan sebaliknya.

Dalam suatu budaya, perang budaya itu sering kali terjadi dan terkadang ada kepentingan politik didalamnya. dan pada tahun 65 lemahnya islam disaat itu juga mulai kalah seiring perkembangan zaman. Bahkan beliau Bapak Septori Wirawan menceritakan dulu saking lemahnya Islam ketika ada seseorang pergi Kemaliq  atau ketahuan solat siap-siap akan di tombak. Sampai saat ini pun ada tokoh masyarakat yang mengatakan tidak usah mengikuti tradisi dan mereka memilih bungkam dari kebenaran budaya dan agama demi kepentingan politik, padahal kita ketahui tradisi dan budaya lokal itu gunanya untuk mempertahankan identitas diri bangsa nasional.

Pesan beliau jangan menganggap budaya kita itu aman kita tidak tahu kedepannya akan seperti apa, maka dari itu kita sebagai generasi suku sasak harus menjaga dan melestarikanya. Ritual adat itu sudah dilakukan oleh leluhur kita jadi kenapa sekarang dilarang-larang. Oleh karena itu, Bapak Septori Wirawan sangat mengharamkan di Ranget ini dijual apalagi dijual kepada “ orang luar “, karena faktanya Kemaliq itu masih ada garis keturunan yang menjaganya.



Narasumber : Bapak Septori Wirawan dan Pak Kiyai (Pak Miri)


Komentar

  1. Sngat bermanfaat dan bagus bnget bisa menambah wawasan😊

    BalasHapus
  2. Wah bermanfaat bgt infonya

    BalasHapus
  3. Bagus dan sangat bermanfaat 👍

    BalasHapus
  4. waah kereen�� terimakasih infonya, bagus banget untuk menambah wawasan��

    BalasHapus
  5. Informasi yg sangat bermanfaat, terus berkarya untuk kelestarian budaya di indonesia khususnya budaya bima

    BalasHapus
  6. Informasi yg sangat bermanfaat, terus berkarya untuk kelestarian budaya di indonesia khususnya budaya bima

    BalasHapus
  7. Sangat bermanfaat untuk menambah wawasan dan keren bingitsss

    BalasHapus
  8. Bagussss sekali.menambah wawasan tentang budaya budaya

    BalasHapus
  9. Tulisannya kerenn bgt mbaa,,, sangat membantu bagi saya yang sedang mencari tau tentang kemaliq😊.
    Semangat terus nulisnya mba,,, ditunggu up terbarunya lagi👍

    BalasHapus
  10. kembangkan yaaa, kalau bisa ditambah lagi😊

    BalasHapus

Posting Komentar